Tinggalkan komentar

Impian Boneka Kardus


Danbo.

aku mendengar suara jam berdetik,
juga suara keyboard yang membuat catatan
semua orang menulis kalimat yang tidak mereka mengerti layaknya robot
diam diam tanpa bernafas.

ketika aku berada dalam keheningan, sebuah suara menanyaiku dari kejauhan.
“apa yang sedang kamu lakukan…?”

“aku tak tau” jawabku pada suara itu.
dan kemudian suara itu menanyaiku lagi,
ku jawab ” aku tak tau”

dalam drama tv yang kadang kadang ku tonton setelah pulang kerja ,
karakter utama yang baru belajar tentang hidupnya yang singkat
selalu jatuh dalam keputus asaan dan kesedihan.

….. aku tak bisa merasakan apapun,
bukan, mungkin karena sedang sekarat dengan caranya sendiri.
lebih penting lagi kematian datang kepadaku tak memiliki arti yang realistis.

aku bermimpi, suatu hari ingin membahagiakan keluargaku,
setidaknya menjamin sisa hidupnya yang seorang petani,
memkbangun sebuah rumah gedung untuk mengganti rumah panggungnya.
oleh karena itu setelah lulus sekolah dasar,
aku minta lanjut belajar ke Mts, sebuah sekolah swasta yang biayanya cukup murah (mungkin…?).
dan tentu saja mulai saat itu aku harus berpisah dengan keluargaku dan kampungku.

aku tak tau apa yang kupikirkan saat itu, hidup sendiri terpisah jauh dengan keluarga,
tinggal di sebuah kontrakan dan tiap bulan ibuku mengunjungi,
membawa beberapa makanan dan biaya untuk sewa kos serta bulanan sekolah.

masih tergambar jelas saat dimana ibuku datang bersama kakak perempuanku,
ngobrol dengan gembira dan tertawa bersama merupakan jadi kebiasaan setiap hari minggu di ahir bulan.
tapi saat itu sedikit berbeda, ketika ibuku salat dzuhur, dengan suara pelan kakaku berkata, “Sawah sudah di jual”.
saat itu aku tidak begitu paham maksud kakaku, lalu aku bertanya, “buat apa.?” (ko pake jual sawah segala).

bersambung…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: