Tinggalkan komentar

Bekel dari Kampus untuk Sarjana


Ini saya kutip ( sebenarnya sih Copy Paste hehehe ) dari salah satu Dosen Jenius di LP3I  Tasikmalaya.  Yang sekarang membuka kampus baru. semoga maju terus dan menghasilkan sarjana-sarjana yang kompetitif.

monggo di simak petuah dan pituturnya…🙂

 

Sudah ada beberapa tulisan saya tentang kuliah dan bagaimana seseorang seharusnya menjadi seorang mahasiswa dan sarjana. Tapi sedih juga setelah semalaman koreksi ujian dan tugas mahasiswa. Tugas Java Programming, semuanya sama dari nama variable nama konstruktornya , yang beda hanya nama file dan class. Koreksi berkas ujian, lebih parah lagi salahnya sama semua.

Sepertinya perlu motivasi dan sedikit pengarahan lagi nih… Kalau dibiarkan yang pasti keluar dari kampus gak bakalan dapat apa apa, hanya selembar ijazah dan transkrip semu. Jadi teringat paparan dari Mas Romi Satria Wahono, pendiri ilmukomputer.com. Bahwa kampus adalah sebuah bangunan yang seharusnya membekali mahasiswanya 5 Hal yaitu Knowledge, Skill, Technique, Attutude dan Experience. Untuk bisa mendapatkan kelima hal tersebut tentunya perlu kerjasama. Tidak hanya tanggujawab pengelola kampus, tapi lebih dominan dari mahasiswa itu sendiri. Kita coba uraikan kelima hal di atas.

1. Knowledge atau pengetahuan

Pengetahuan atau sesuatu yang harus kita tahu terkait dengan apa yang kita pelajari. Saya coba ilustrasikan dengan sepeda motor. Dengan proses belajar kita akan tahu bahwa sepeda motor itu ada mesin, lampu, tempat bensin dan juga tahu bagaimana mengendarainya. Dengan mempelajarinya kita juga tahu fungsi masing-masing komponennya. Seperti juga belajar Pemrograman Obyek, kita akan mengetahui apa itu obyek , class, method, behaviour dan lainnya. Dan hal hal teoritis lainnya tentang obyek. Di sini dituntut daya tahan dalam mempelajarinya, bikin pusing memang, Tapi pengetahuan adalah tahapan awal yang harus dibawa dan dikuasai  oleh mahasiswa. Dosen pun sebenarnya pusing juga, banyak mahasiswa yang tidak serius belajar teori. Dengan cara rileks digabung dengan canda tawa, yang terserap malah materi candanya. Diberi tugas studi literatur atau eksplorasi bahan, malasnya minta ampun. Dikasih file ga ada yang menyentuh, dikasih link alamat download, ga ada satupun yang mendownload.  Inti sebenarnya dosen dan kampus sudah memberikan modal awal yaitu kuliah teori, tinggal bagaimana mahasiswa menerima dan mencoba belajar. Ujian sudah semakin canggih, bawa laptop atau smartphone dan parahnya lagi banyak yang modal Google saja. SOal UTS langsung diketikkan di kolom pencarian Google. Sudah semakin berkurang kemapuan mahasiswa memahami paparan dosen dan uraian tulisan dan menuangkan dalan susunan kata dan kalimat. Itulah yang mengakibatkan semakin parahnya karya tulis ataupun laporan Tugas AKhir. Kutipan asal asalan, plagiarisme membabi buta.
Jadi, pengetahuan adalah penting, kita tidak bisa naik motor langsung tanpa tahu mana kunci, mana lampu , mana starter dan dimana kita harus  isi bensin.

2. Skill atau keterampilan

Hal kedua adalah Skill atau keterampilan. Dengan skill kita akan tahu bagaimana cara menghidupkan sepeda motor, bagaimana cara membuka tempat bensin, bagaimana cara menyalakan kunci , bagaimana cara mengoper gigi dan bagaimana cara mengendalikan kecepatan. Demikian pula dalam pemrograman Obyek, kita juga harus bisa bagaimana menentukan nama class, menaroh tanda { dan }, menggunakan kompilator dan interpreter (javac dan java). Kita juga bisa membuat sebuah aplikasi dengan java dengan konsep OOP. Dan semuanya
bisa terlatih kalo kita sudah pernah mencoba mengerjakannya SENDIRI. Kalo hanya copy file temen, tulis ulang punya temen tanpa analisa, lapan akan terlatih dan bagaimana bisa Skill kita terasah. Kalo ga pernah mengalami error coding, bagaimana skill error corection kita terasah. Kalau tugas tugas mandiri hanya mengandalkan copy di injury time, jelas aja bukan tampah pinter justru tambah boloho saja (😀 ) Sayang, sebuah peluang dan kesempatan untuk mengasah Skill hilang begitu saja. Sering saya ingatkan, yang butuh tugas itu adalah mahasisa itu sendiri, kalo ga mengerjakan sendiri yang rugi lah sendiri.
Dengan skill yang semakin diasah, kita akan semakin handal dalam menjalankan motor. Tapi kalo hanya mengandalkan nyontek temen kapan kita bisa menjalankan sepeda motor sendiri, selamanya hanya bisa membonceng saja. Mau nyalain motor nunggu temen, mau tarik gas nunggu temen, mau ngerem pun nunggu temen (keburu nabrak deh…)

3. Technique atau Teknik

Teknik adalah pengembangan dari Skill. Dalam mengendara sepeda motor kita perlu tahu bagaimana cara kita ngebut, ngerem dan belok ke tikungan. Kalau salah kita mengambil cara mengendalikan bisa celaka atau penumpang di belakang kita ga akan nyaman. Misalnya belok dengan kecepatan tinggi, mengerem mendadak, lupa pindah gigi pas menanjak dan lainnya. Demikian juga dalam pemrograman obyek. Perlu kita pergunakan teknik dalam menempatkan
perulangan supaya bisa lebih efisien. Bagaimana cara menentukan nama nama variable supaya mudah dalam melacak kesalahan. Kemampuan teknik juga
akan menjadikan terbiasa dengan berbagai operating sistem, berbagai text editor yang dipakai. Intinya kita bisa bergerak  bagaimanapun lingkungan yang ada. Kalau kita punya teknik tentunya tidak akan kesulitan mengatasi berbagai kondisi jalanan. Dan ini semua dapat diperoleh jika kita banyak berlatih dengan berbagai macam lingkungan dan keperluan. Ada tugas kerja praktek, kerjakan dengan pendekatan OOP dan bahasa pemorgraman Java, ada tugas dari kantor atau tempat kerja, kembangkan dengan java, dengan cara ini kita akan banyak menemukan teknik teknik pemrograman.

4. Attitude atau Sikap

Tiga hal di atas dapat menjamin mahasiswa akan menjadi programmer yang handal. Namun itu tidaklah cukup untuk bisa berhasil di dunia nyata. Satu hal yang perlu diperhatikan juga adalah Sikap. Dalam berkendara kalo sikap kita tidak disiplin, abai terhadap rambu tentunya akan membahayakan diri sendiri dan orang lain.Dan akan membuat kesel dan marah banyak orang. Demikian pula dalam pemrograman, kita dituntut untuk memiliki sikap yang positif. Jangan sampai memakai code punya orang tanpa memperhatikan aturan hak cipta dan etika. Dalam bekerja team work kita juga perlu memiliki sikan yang menghargai dan memperhatikan orang lain. Jangan sampai Skil,Pengetahuan dan Teknik hebat tapi Sikap nya payah, tentunya ga akan ada yang makai kita.
UNtuk mengasah sikap kita, sudah diberi masukan oleh kampus, bagaimana sikap kita dalam Ujian, bagaimana sikap kita dalam team work. Semuanaya sudah diatur kapan harus mandiri  dan kapan harus bekerja sama. Kadang mahasiswa sering tertukar dengan sengaja (😀 ), harusnya mandiri malah kerjasama dalam Ujian, harusnya team work dalam mencari sumber proyek malah mandiri biar gede untungnya.

5. Experience atau Pengalaman

Terakhir, bahwa programmer adalah sesuatu yang berkembang. Tentunya pengalaman adalah hal yang akan menambah kulaifikasi dan kompetensi seseorang. Layaknya jam terbang, semakin banyak pengalaman akan menambah kemampuan kita dalam mengatasi segala macam persoalan. Semakin tinggi jam terbang kita dalam mengendarai sepeda motor tentunya akan semakin mahir kita mengatasi segala macam problem di perjalanan. Bagaimana mengatasi jalan yang banjir, bagaimana mengatasi macet, bagaimana mengatasi jalan jelek
dan lainnya. Demikian pula dengan programming, semakin sering kita mengerjakan tugas mandiri sendiri, mengerjakan laporan kerja praktek sendiri, menyusun skripsi sendiri tentunya akan semakin menambah jam terbang. Pihak kampus sudah banyak menyediakan peluang untuk menambah jam terbang. Tergantung ke kitanya, mau memanfaatkan atau tidak.

Itulah lima hal yang bisa didapatkan dari Kampus. Sepertinya dengan aturan seabreg dari pemerintah melalui dikti, sebuah perguruan tinggi harusnya sudah menyampaikan dan memberi kesempatan kepada mahasisa untuk mendapatkan ke lima hal tersebut. Kalaupun tidak tercapai tentunya ada yang salah dari pengelolaan Perguruan Tingginya atau dari mahasiswanya itu sendiri. Untuk itu pilihlah Perguruan Tinggi secara seksama, apakah bisa menyediakan kelima hal tadi. Kalau sudah tepat memilih, selanjutnya kembali ke mahasiswa apakah akan menjadi SARJANA SEMU atau SARJANA PARIPURNA.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: